Seorang mantan eksekutif Coca-Cola, Brian Dyson, pernah menyampaikan
pidato yang sangat menarik, "Hidup itu seperti pemain akrobat dengan
lima bola di udara. Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan PEKERJAAN,
KELUARGA, KESEHATAN, SAHABAT, dan SEMANGAT.
Anda biasanya
harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yang
terjatuh. Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu di
antara lima bola tersebut, LEPASKANLAH PEKERJAAN karena pekerjaan adalah
BOLA KARET. Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung
kembali. Namun empat bola yang lain, seperti keluarga, sahabat,
kesehatan, dan semangat adalah BOLA KACA. Jika Anda menjatuhkannya,
akibatnya bisa fatal."
Melalui penggambaran tersebut, Brian
Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang. Pada kenyataannya,
kita terlalu menjaga pekerjaan yang adalah bola karet, bahkan kita
mengorbankan keluarga, sahabat, kesehatan, dan semangat demi
menyelamatkan bola karet tersebut.
Demi uang atau pekerjaan,
kita mengabaikan keluarga. Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi
workaholik dan tidak memperhatikan kesehatan. Bahkan demi uang atau
pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat atau keluarga
yang telah kita bangun bertahun-tahun lamanya.
Bukan berarti
pekerjaan tidak penting, tapi jangan sampai pekerjaan atau uang menjadi
berala dalam hidup kita. Jangan sampai segala sesuatu kita korbankan
demi uang, karir, maupun bisnis kita. Ingatlah bahwa kalaupun hilang,
uang masih bisa dicari lagi, tapi kalau keluarga sudah terjual, kemana
ita akan membelinya lagi?
Lihat kisah Yusuf yang meski pernah
dibuat miskin, habis-habisan, dan sengsara oleh kakak-kakaknya tapi
tetap tahu bahwa keluarga lebih penting dari penderitaannya itu. Uang
hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli keluarga? Uang
hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli sahabat? Uang
hilang masih bisa dicari, tapi apakah kita bisa memulihkan kesehatan
kita secara normal jika salah satu organ tubuh terkena penyakit kritis?
Jangan keliru prioritas. Jagalah hidup Anda tetap seimbang. Jika mulai
ritme hidup kita mengalami kekacauan, sebaliknya atur ulang prioritas
hidup kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar